Berita Info Togel Online, Cerita Panas Dewasa Terbaru

Kumpulan agen judi togel online terpercaya

Vipaduq

Breaking

Togel Online Togel Online

Rabu, 20 November 2019

Ngentot Sama Pembantu Ku Yang Masih ABG

Hari ini akau bakal menceritakan hubungan terlarang ku dengan pesuruh baru ku,Sebagian waktu yang lalu, sebab sudah berulang kali dipanggil oleh anaknya di kampung, sebabnya pesuruh kami yang sudah tua, Mbok Minah alhasil pulang juga ke kampungnya di Jawa Tengah, tapi sebelum pulang ia bersepakat bakal menolong kami untuk mencarikan seorang pesuruh lain yang berasal dari kampungnya juga.

Jadi pada saat Mbok Minah pulang kampung, tidak terjadi kekosongan pesuruh di rumah kami. ini penting bagi kami, sebab kami berdua, suami isteri bekerja jadi kami membutuhkan seorang pesuruh untuk selesai-selesai di rumah.

Pada hari yang sudah ditetapkan, sebabnya datanglah seorang pesuruh baru yang dijanapabilan oleh Mbok Minah, ialah seorang gadis kampung yang sudah putus sekolah, berusia 18 tahun bernama Lastri.



Sulastri bertubuh sedang dengan kulit bersih dan berambut panjang, yang dengan malu-malu memberi tahu dia kepada kami, seusai menerima aba-aba ini itu dari isteriku, Lastri pun mulai bersiap untuk kerja.

Menjelang hari Senin, dengan cara kebetulan aku memperoleh cuti kantor selagi tiga hari, yang mana bisa aku pergunakan untuk beristirahat di rumah. Seusai isteriku pergi kerja, sayapun santai di rumah sambil baca koran dan mendengarkan radio, sedang Lastri sibuk membersihkan rumah sehabis mencuci baju.

Sedang aku asyik membaca, tiba-tiba dikagetkan oleh sapaannya, “Maaf Pak.., Aku berharap mengepel lantainya”.

“Oh iya, pel aja..”, kata aku sambil semakin membaca, tapi mataku memandang pesuruh ini dengan lebih akurat. Lastri mengepel lantai sambil berjongkok dan terkadang merangkak sambil semakin melambaikan tangannya.

Dikala ia merangkak, nampak pinggulnya yang besar dengan pantat yang menyusun bulat bergoyang ke kiri dan ke kanan dengan melodi yang teratur, celana dalam yang disoftwarekannya terbayang sangatlah terang dari balik daster yang disoftwarekannya.



Dikala ia berbalik untuk mengepel di bawah kaki aku, nampak dari belahan dasternya dua buah bukit yang ranum, terbalut oleh kutang ketat, yang kelihatannya sudah agak kekecilan. Tanpa terasa aku menggosok batang kemaluanku, yang tiba-tiba menjadi tegang. Konsentrasi aku untuk membaca menjadi sirna.

Seusai menuntaskan pekerjaannya, Lastri bersiap-siap untuk membersihkan dia dan mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi, semacam itu terdengar suara air yang terguyur di kamar mandi, aku cepat-cepat meloncat bangun dan berjalan cepat-cepat ke arah kamar mandi. Dari jeda-jeda pintu kamar mandi tersedia lubang yang bisa digunakan untuk mengintip ke dalam. Rupanya panorama di dalam kamar mandi semacam itu asyiknya pesuruh abg.

Sulastri rupanya mempunyai badan yang bersih mulus dengan kedua payudaranya yang ranum keras dengan puting yang mengarah ke atas berwarna coklat muda, pinggulnya yang besar sangatlah seksi dengan bulu-bulu halus di atas alat vitalnya.

Lastri sibuk menggosok-gosok badannya tanpa sadar ada mata yang sedang menikmati tubuhnya yang ranum. Dengan berdebar aku semakin mengintip Lastri yang terkadang menunduk untuk menggosok kakinya yang ditumbuhi bulu-bulu halus. Nafsu aku naik ke kepala, aku mulai mengelus batang kemaluanku hingga tegang. “Aah, enaknya apabilalau bisa memeluk dan menancapkan batang penisku di vaginanya”.

Sedang asyik mengintip, aku teringat apabilalau di lemari aku tetap ada menaruh sebotol obat perangsang bermerek ‘Spanish fly’ oleh-oleh sahabat dari luar negeri. Pesat-cepat aku ke kamar mengambil obat tersebut dan membawanya ke dapur, dan benar saja dugaanku bahwa Lastri terbukti sudah menyiapkan teh hangat bagi dia sendiri di situ. Langsung aku tuangkan spanish fly itu ke dalam minuman Sulastri dan aku tambahkan gula sedikit supaya ia tidak curiga.

Aku kembali duduk di kursi depan dan pura-pura membaca sambil membayangkan tubuh mulus Lastri sambil mengelus batang penisku yang sudah tegang, aku sangatlah sudah bernafsu sekali untuk menyetubuhi Lastri. Kurang lebih separuh jam kemudian, aku mendengar erangan halus yang berasal dari kamar Sulastri, “Heehh.., heehh”.

Langsung aku menghampiri kamarnya dan pura-pura bertanya, ” Lastri.., ada apa dengan kau..?”.

Lastri sambil mengeluh menjawab, “Aduuh Pak.., perut Aku.., hheehh”.

“Kenapa..?”, sambil bertanya aku lantas saja masuk ke dalam kamarnya, Lastri nampak pucat dan keningnya berkeringat, sedang dalam posisi merangkak sambil mengendalikan perutnya.

“Aduuh.., aduuh.., perut aku.., Pak”
.
“Mari Aku bantu..”, kata aku, sambil berdiri di belakangnya dan tunduk dan mengendalikan perutnya dengan kedua tangan untuk mengangkatnya berdiri. Dikala berdiri sambil memeluknya dari belakang, penisku yang sudah tegang dari tadi menempel pada lubang bokongnya, Lastri agak terkejut juga, tapi rupanya ia diam saja sambil semakin mendesah.

“Ayo aku gosok perut kau.., biar hangat”, kata aku sambil tangan kananku semakin bergerak menggosok perutnya padahal tangan kiriku membawa dasternya dari bawah.

aya memasukkan tangan kiriku ke dalam daster itu dan berpura-pura bakal menggosok perutnya juga tapi aku lantas menurunkan tangan aku untuk menyibakkan celana dalamnya dan mulai menyentuh bulu-bulu halus yang bertebaran di kurang lebih vaginanya.

Dikala tangan aku menyentuh vaginanya, Lastri menggelinjang keras dan mendesah panjang, “aah.., Paak..”, seraya menekankan bokongnya yang montok ke penisku yang sudah menanti dengan tidak tabah.

Tangan kananku pun mulai masuk ke dalam jeda-jeda kancing daster, naik semakin ke atas dan menemukan payudaranya yang ranum, yang rupanya tidak terbalut oleh kutangnya, lantas aku meremas payudaranya.

“Las,.., ayo Aku gosok sambil tiduran”, kata aku.

“Hee.. Eeh”, katanya

Aku tuntun Lastri ke daerah tidur dan membaringkannya dengan kedua kakinya tetap terjuntai di lantai.

Dengan cara cepat aku menyibak dasternya dan lantas hebat turun hingga celana dalamnya terlepas. “Aduuh.., Paak”, katanya sambil menggerakkan pinggulnya.

“sst..”, kata aku sambil menundukkan kepala dan mencium vaginanya yang persis di depan mataku.
“aarkkh..”, seru Lastri sambil membuka kakinya lebih lebar lagi dan kemudian dengan cara cepat menutupnya lagi jadi kepalaku terjepit di antara kedua belah pahanya yang mulus.

Aku mulai menjilat memek nya, lidahku mulai menjalar ke kanan dan ke kiri menyibakkan kedua belah bibir memek Lastri hingga alhasil aku menemukan clitorisnya. Kedua tangankupun dengan cara gencar mulai bergerilya meremas kedua payudaranya sambil terkadang mempermainkan putingnya yang lantas mengeras.

“Paak..”,Lastri keenakan sambil mulai menggoyangkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan bagai sangatlah kegelian, dan tiba-tiba dari vaginanya memancar cairan, yang lantas aku jilat habis.

“Las.., buka dahulu yaa pakaiannya”, kata aku sambil berdiri dan dengan cepat mulai membuka celana dan kaosku. Sementara aku berdiri telanjang, penisku sangatlah tegang dan keras. Mata Lastri terbelalak memandang penisku yang besar dan berdiri.

“Paak.., Lastri takut”, katanya.

“sstt.., nggak apa-apa Las..”, kata aku sambil menolong Lastri membuka pakaiannya.

Sebab kakinya tetap menjuntai di pinggir daerah tidur, lantas aku mengambil bantal dan mengganjal bokongnya jadi Miss Lastri kini menyembul dengan clitorisnya yang mengkilap sebab jilatan lidahku.

Langsung aku arahkan penisku ke lubang vaginanya dan berusaha untuk menekannya masuk, sementara tanganku meremas payudaranya padahal mulutku mulai memagut bibirnya. Rupanya lubang Miss Lastri sempit sekali, jadi baru kepala penisku yang masuk, ia sudah menjerit kesakitan dan berusaha menggeliatkan badannya yang mungil.77.104.158.154

Aku membendung geliatan badannya dan semakin berusaha memasukkan seluruh penisku ke vaginanya yang sempit dengan hebat keluar masuk kepala penisku. Biarpun Miss Lastri sudah basah oleh cairan yang keluar dari tubuhnya, aku tetap juga mengalami kesusahan untuk menembus pertahanan memek Lastri ini.

Sambil memeluk tubuhnya, mulutku bergesar ke arah kuping Lastri, dan dengan cara tiba-tiba aku menggigit cuping telinganya dengan agak keras. Dengan cara refleks, Lastri terkejut sekali, “Aduh..”, tapi beriringan dengan itu aku menekan penisku sekuat tenaga masuk ke dalam vaginanya. Lastri terkejut dan terdiam, tapi aku kembali memagut bibirnya dan menyedot lidahnya sambil mulai menaikkan pantatku sedikit sedikit.

kemudian turun menekan hingga ke ujung. Aduh nikmat ini bukan alang-kepalang, Miss Lastri sangatlah sempit sekali bagai jepitan halus yang menjepit dengan ketat dan berdetak-denyut semakin-menerus. Seusai berbagai kali naik turun, cabut sedikit, tekan lagi..,

Lastripun mulai menikmati permainan seks ini, sambil mengerang-erang, ia juga mulai menggoyangkan pinggulnya. Kedua belah kakinyapun ikut dan luar biasaan-nari, kadang menjepit kakiku, kadang ia menjepit pinggangku.

“Aarkhh.., ppaak.., enaak”, kata Lastri, sambil semakin menggoyangkan pinggulnya, jadi penisku yang berada di dalam memek nya terasa bagai diremas-remas dengan keras.

Dampaknya sayapun tidak bendung lagi, saat badannya menjadi kejang sebab ia hingga pada puncak kenikmatan, sayapun mempercepat gerakan naik turun hingga cairan maniku terasa menyembur-nyembur ke dalam Miss Lastri.

 Akh, kami berdua sungguh lunglai seusai tiba pada puncak kenikmatan. Rupanya seusai berakhir baru aku tahu apabilalau rupanya Lastri tetap perawan dan belum sempat dijamah oleh lelaki lain.
Selama masa cuti tiga hari, aku tetap betah di rumah.

Dan apabilalau istipsu sudah pergi kerja, sebabnya Lastri dan aku mulai mempraktekkan berjenis-jenis tipe gaya dalam. Lastri rupanya murid yang sangatlah mahir untuk dididik dan senantiasa bernafsu untuk mengulang dan mengulang lagi sebab ia ini ABG Bandel. ini berjalan selagi enam bulan, kadang larut malam, kadang pagi hari apabilalau aku lagi kepingin menikmati tubuhnya, aku ijin dari kantor, hingga alhasil Lastri dipanggil pulang oleh keluarganya untuk dikawinkan di kampung..*TAMAT*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.